Langsung ke konten utama

Cerita Cinta 3


Cerita Cinta

( bagian 3 )



Tibalah kita pada bagian 3, tulisan terakhir dari Cerita Cinta.. Disini akan kita bahas apa saja penyebab muncul nya cinta dan akibat dari cinta yakni sebuah kekuatan, kekuatan cinta.


“Barangsiapa mencintai Allah
karena Keindahan-Nya
yang hanya dapat direnungi
di dalam keindahan Alam Semesta,
(biarlah dia melihat bahwa)
Allah memberikannya eksistensi
sesuai dengan Citra-Nya sendiri.
Barangsiapa mencintai Alam Semesta
karena kecantikannya,
(biarlah dia melihat bahwa)
dia sesungguhnya mencintai Allah semata,
karena bagi Allah tidak ada tempat
transendensi dan penyingkapan
kecuali Alam Semesta.
Di sini ada rahasia Kenabian Ilahiah”
(Muhyiddin Ibn ‘Arabi, Futhat al-Makkiyyah 2 : 236)

Kata Ilahi, yang merupakan penyebab munculnya cinta adalah : Keindahan (Jamal) dan Kebaikan (Ihsan). Kata Ihsan memiliki berbagai makna yang antara lain : kebaikan, kecantikan, atau keindahan. Seperti istilah Asma’ al-Husna adalah : Nama-nama (Allah) Yang Indah.
(Syaikh al-Akbar Ibn ‘Arab)

Dapat disimpulkan ada 2 penyebab timbulnya rasa cinta pada Allah SWT, yakni:

1.       Keindahan ( Jamal )
Dapat dilihat dari ciptaan Nya berupa alam semesta yang penuh dengan keindahan, yang berarti Allah Yang Menciptakannya adalah Dzat Yang Maha Indah. Adalah hal yang fitrah setiap manusia menyukai keindahan yang terlihat secara kasat mata, indah nya pemandangan, keindahan rupa dan fisik manusia, semua bisa jadi sebab timbulnya rasa cinta. Subhanallah.

2.       Kebaikan ( Ihsan )
Memiliki makna yang lebih dalam dan tidak terlihat secara kasat mata, yaitu kebaikan, kecantikan atau keindahan. Segala kebaikan akan menghadirkan ketenangan, kenyamanan sehingga akan menimbulkan rasa cinta. Kecantikan atau keindahan yang terdapat dalam hati pun akan menyisakan rasa cinta, bahkan lebih dalam dari cinta karena keindahan fisik belaka.
Allah Maha Baik, Allah Maha Indah dengan segala kebaikan dan keindahan Nya yang tiada pernah habis. Sehingga sandaran cinta yang utama adalah Allah SWT.

Keindahan, daya tarik, cinta, hasrat, gerak dan kekaguman adalah fenomena-fenomena yang selalu bersamaan. Dengan pengertian lain, di mana ada keindahan, di sana juga ada daya tarik atau atraktivitas. Sesuatu yang indah pasti punya daya tarik. Ketika ada keindahan pada suatu maujud, maka terciptalah cinta, hasrat serta gerak ke arahnya.

Nah, sudah mulai terlihat aliran nya.. bahwa cinta akan menghadirkan sebuah kekuatan!
Kekuatan cinta memang luar biasa. Orang yang jatuh cinta akan rela mengorbankan apa saja demi yang ia cintai. Cinta menjadikan segalanya indah, meski harus dilalui dengan penderitaan.

Kekuatan cinta itulah yang menjadikan Bilal bin Robah lebih memilih dijemur di padang pasir yang panas daripada harus kembali kafir, meski sebongkah batu besar menindih hingga nyaris meremukan tulang dadanya.
Dengan tenang ia menyebut nama kekasihnya, “Ahad, Ahad, Ahad.” Begitu pula dengan Abdurrahman bin Auf, saudagar kaya sahabat Rosulullah SAW. Ia rela menghabiskan hartanya untuk kepentingan jihad fisabilillah. Semuanya atas dasar cinta.

Sahabat lainnya juga merasakan betapa dahsyatnya  kekuatan cinta itu. Mereka rela berhijrah dengan berjalan kaki bermil-mil jauhnya, melintasi padang pasir yang kering dan panas demi menyelamatkan aqidah.
Karena cintanya kepada Allah SWT, dengan gagah berani mereka bergegas pergi kemedan perang.
Tanpa rasa takut… harta, darah, dan nyawa, mereka pertaruhkan dengan tebasan pedang dan tombak demi membuktikan cintanya yang tulus. Cinta yang melahirkan pengorbanan dan prioritas.

            Jika benar kita mencintai Allah SWT, niscaya kita rela mengorbankan segalanya dengan pengorbanan yang terbaik. Jika benar mencintai Allah SWT, niscaya kita mengambil dunia hanya sekedarnya saja.

            Dunia bukan tujuan. Mencari harta bukan untuk bermegah-megahan, tetapi sebagai sarana ibadah. Jika benar kita mencintai Allah SWT, niscaya kita akan bergegas kemasjid ketika dikumandangkan adzan, karena hakikat adzan adalah panggilan Sang kekasih. Jika benar kita mencintai Allah SWT, niscaya kita melakukan amalan-amalan sunnah, karena amalan itu dapat mengundang cintanya Allah SWT, tentu setiap  sepertiga malam kita bangun mengerjakan shalat tahajud, meski lelah, ngantuk, dan dingin yang mendera. Saat itulah Allah SWT datang menjenguk dan mengabulkan segala permintaan kita. Ibadah tanpa didasari cinta akan terasa berat dan sia-sia. Ibadah tanpa cinta  adalah ciri sifat munafik

Diakhir cerita ini, marilah kita meluruskan cinta .. pada siapa kah selayaknya cinta ini diberikan? Cinta ada prioritasnya, kemudian kita musti tau tanda-tanda cinta agar tidak terjebak dengan cinta palsu, dan kita pun akan memahami apa penyebab dan akibat dari cinta. Sehingga tidak tersesat dalam C I N T A…

Selamat memaknai cinta, hidup dengan cinta, menjalani hari dengan cinta.. Cinta pada Allah sebagai landasan cinta kepada makhluq, in syaa Allah  ^_^ 

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan hidayah kepada kita untuk mencintai-Nya, dan mencintai hamba yang mencintai-Nya. Karena Cinta dan Dicintai adalah fitrah manusia.

SELESAI 

Miyahajara
31102014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Diri

KISAH DIRI Bismillah..  Dari Abdullah bin Mas’udz, beliau menceritakan bahwa Rasulullah ` tidur di atas tikarnya.  Tikar itu pun membekas di lambung beliau yang mulia.  Para shahabat mengatakan, “Wahai Rasulullah, bagaimana jika kami buatkan kasur untukmu?” Beliau ` pun menjawab:   :مَا لِى وَمَا لِلدُّنْيَا مَا أَنَا فِى الدُّنْيَا إِلاَّ كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا“  "Apa urusanku dengan dunia?! Tidaklah aku di dunia ini kecuali hanyalah seperti musafir yang bernaung di bawah pohon lalu pergi meninggalkannya.” [H.R. At-Tirmidzi].   Wahai diriku,   Hidup yang singkat ini   Pergunakanlah sebaik mungkin   Nikmatilah dengan kesyukuran Rangkailah dengan kebaikan Insafi dengan penyesalan  Wahai diri,  Hidup sekalimu  Harus ditujukan untuk pemilikmu Allah SWT  Kan sia-sia bila hanya untuk dunia   Ingat hidup adalah perjalanan Menuju akhe...

Mengeluh dan Bersyukur

"Ketika Mengeluh Tandanya Kurang Bersyukur" Manusia memiliki sifat berkeluh kesah, apapun yang dijalani pasti ada keluh dibaliknya. Namun... pernahkah kita menyadari bahwa keluh itu membuat kita kurang bersyukur kepada nikmat yang telah diberikan Allah SWT??? Allah telah memberikan rezeki, namun masih saja mengeluh, "Andai uang saya lebih banyak ... hm, pasti menyenangkan bisa beli ini dan itu." Allah sudah memberikan pasangan, "Sebel ih sama Abi... dikit-dikit ngatur, pengennya menang sendiri!" Harusnya kita bersyukur masih Allah berikan pasangan... karena banyak yang mendamba tapi belum datang jua. "Aduhhh, bisa diam gak sih? Mamah udah capek tau!" Teriak pada anaknya yang masih balita, padahal banyak pasangan yang ingin punya keturunan. Harusnya kita lebih baik lagi bersikap pada anak kita. Yang berarti itu bukti syukur kita pada Allah. Masih banyak contoh lain dari keluhan-keluhan yang keluar dari kulit kita tanpa disadari it...

10 Wasiat Imam Hasan Al Banna Rahimahullah (Bag. 2)

🍃🌺Syarah 10 Wasiat Imam Hasan Al Banna Rahimahullah (Bag. 2)🌺🍃 🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾 اتل القران او طالع او استمع او اذكر الله و لا تصرف جزء من وقتك فى غير فائدة Bacalah Al Quran, atau menelaahnya, atau mendengarkannya, atau berdzikirlah kepada Allah, dan jangan buang waktumu sedikit pun dengan hal yang tidak bermanfaat. 🌸🌸🌸🌸🌸 Dalam wasiat ini ada lima nasihat Imam Al Banna kepada murid-muridnya. Kelima nasihat itu adalah: Membaca Al Quran, Menelaahnya, Mendengarkannya, Berdzikir, dan Tidak membuang waktu dengan aktifitas yang sia-sia. Kita bahas satu persatu .. 1⃣ Membaca Al Quran Bagi seorang muslim membaca Al Quran adalah terminal ruhiyah dan jiwa. Hiburan hakiki bagi orang beriman dan senandung para mujahid. Kebutuhan-kebutuhan spiritual manusia baik ketenangan, ketentraman, ketundukan, ikhlas, pasrah kepada ketetapanNya, semua bisa diraih dengan membaca Al Quran, serta merenungi kandungannya. Seandainya hanya membaca, itu pun sudah membawa manfaat bagi jiwany...