Langsung ke konten utama

Mengeluh dan Bersyukur


"Ketika Mengeluh Tandanya Kurang Bersyukur"

Manusia memiliki sifat berkeluh kesah, apapun yang dijalani pasti ada keluh dibaliknya.

Namun... pernahkah kita menyadari bahwa keluh itu membuat kita kurang bersyukur kepada nikmat yang telah diberikan Allah SWT???

Allah telah memberikan rezeki, namun masih saja mengeluh, "Andai uang saya lebih banyak ... hm, pasti menyenangkan bisa beli ini dan itu."

Allah sudah memberikan pasangan, "Sebel ih sama Abi... dikit-dikit ngatur, pengennya menang sendiri!" Harusnya kita bersyukur masih Allah berikan pasangan... karena banyak yang mendamba tapi belum datang jua.

"Aduhhh, bisa diam gak sih? Mamah udah capek tau!"
Teriak pada anaknya yang masih balita, padahal banyak pasangan yang ingin punya keturunan. Harusnya kita lebih baik lagi bersikap pada anak kita. Yang berarti itu bukti syukur kita pada Allah.

Masih banyak contoh lain dari keluhan-keluhan yang keluar dari kulit kita tanpa disadari itu semua menandakan kita belum bisa bersyukur kepada Allah SWT.

Mari kita coba balik kalimat dan sikap kita... "Pantang mengeluh adalah tanda bahwa kita hamba yang bersyukur"

Jaga hati, jaga lisan dari keluh agar selalu bersyukur dengan semua nikmat-Nya.

See u...
Semoga bermanfaat ๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜™

๐ŸŒธMiya Cahaya
03 Muharram 1439H 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Diri

KISAH DIRI Bismillah..  Dari Abdullah bin Mas’udz, beliau menceritakan bahwa Rasulullah ` tidur di atas tikarnya.  Tikar itu pun membekas di lambung beliau yang mulia.  Para shahabat mengatakan, “Wahai Rasulullah, bagaimana jika kami buatkan kasur untukmu?” Beliau ` pun menjawab:   :ู…َุง ู„ِู‰ ูˆَู…َุง ู„ِู„ุฏُّู†ْูŠَุง ู…َุง ุฃَู†َุง ูِู‰ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ุฅِู„ุงَّ ูƒَุฑَุงูƒِุจٍ ุงุณْุชَุธَู„َّ ุชَุญْุชَ ุดَุฌَุฑَุฉٍ ุซُู…َّ ุฑَุงุญَ ูˆَุชَุฑَูƒَู‡َุง“  "Apa urusanku dengan dunia?! Tidaklah aku di dunia ini kecuali hanyalah seperti musafir yang bernaung di bawah pohon lalu pergi meninggalkannya.” [H.R. At-Tirmidzi].   Wahai diriku,   Hidup yang singkat ini   Pergunakanlah sebaik mungkin   Nikmatilah dengan kesyukuran Rangkailah dengan kebaikan Insafi dengan penyesalan  Wahai diri,  Hidup sekalimu  Harus ditujukan untuk pemilikmu Allah SWT  Kan sia-sia bila hanya untuk dunia   Ingat hidup adalah perjalanan Menuju akhe...

10 Wasiat Imam Hasan Al Banna Rahimahullah (Bag. 2)

๐Ÿƒ๐ŸŒบSyarah 10 Wasiat Imam Hasan Al Banna Rahimahullah (Bag. 2)๐ŸŒบ๐Ÿƒ ๐Ÿพ๐Ÿพ๐Ÿพ๐Ÿพ๐Ÿพ๐Ÿพ๐Ÿพ๐Ÿพ ุงุชู„ ุงู„ู‚ุฑุงู† ุงูˆ ุทุงู„ุน ุงูˆ ุงุณุชู…ุน ุงูˆ ุงุฐูƒุฑ ุงู„ู„ู‡ ูˆ ู„ุง ุชุตุฑู ุฌุฒุก ู…ู† ูˆู‚ุชูƒ ูู‰ ุบูŠุฑ ูุงุฆุฏุฉ Bacalah Al Quran, atau menelaahnya, atau mendengarkannya, atau berdzikirlah kepada Allah, dan jangan buang waktumu sedikit pun dengan hal yang tidak bermanfaat. ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ Dalam wasiat ini ada lima nasihat Imam Al Banna kepada murid-muridnya. Kelima nasihat itu adalah: Membaca Al Quran, Menelaahnya, Mendengarkannya, Berdzikir, dan Tidak membuang waktu dengan aktifitas yang sia-sia. Kita bahas satu persatu .. 1⃣ Membaca Al Quran Bagi seorang muslim membaca Al Quran adalah terminal ruhiyah dan jiwa. Hiburan hakiki bagi orang beriman dan senandung para mujahid. Kebutuhan-kebutuhan spiritual manusia baik ketenangan, ketentraman, ketundukan, ikhlas, pasrah kepada ketetapanNya, semua bisa diraih dengan membaca Al Quran, serta merenungi kandungannya. Seandainya hanya membaca, itu pun sudah membawa manfaat bagi jiwany...