Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2016

Hidayah .. Cahaya

"Hidayah Itu ....." Ketika gelap gulita lalu ada setitik cahaya jauh di seberang, maka mata kita akan melihatnya dan langkah kita mendekati cahaya itu. Setelah sampai pada cahaya itu, pasti kita ingin tetap dekat dengannya tak ingin kehilangan cahaya itu karena dengan nya, tak merasa takut lagi.. terang menenangkan, tak resah ada lubang dijalan yang mungkin bisa membuat kita terperosok, tak khawatir dengan duri yang menghalang yang akan melukai kaki kita, bisa lebih waspada terhadap ancaman binatang buas  yang tiba-tiba bisa menghadang. Pasti cahaya itu akan kita pertahankan ditengah gelapnya malam, kita benar-benar membutuhkannya agar bisa sampai ke tempat tujuan, membantu agar tak tersesat dan hilang arah. Nah, hidayah bagaikan cahaya.... setelah hadir, haruslah kita jaga dengan sepenuh hati dan jiwa, dengan amal nyata dan keta'atan kepada Allah SWT Orang yang terhidayahi akan mudah menerima nasehat dan memperbaiki akhlaqnya menjadi akhlaqul karimah, mempe...

Jangan Panggil Aku "Ustadzah" (2)

Jangan Panggil Aku "Ustadzah"  "Ustadzah!!"... panggilan itu mengagetkanku,, kembali ku tersenyum malu. Kembali hatiku berontak melawan kata itu, menelusuri kembali akhlaq, iman dan keta'atanku.. Merasa tak pantas, masih jauh dari seorang ustadzah fikirku, rasaku hanyut pada makna kata ustadzah yang sesungguhnya, bukan sesimple artinya yaitu guru wanita tapi lebih dari itu berupa integritas seorang penyeru  (da'iyah) yang membawa inspirasi iman bagi objek dakwahnya (mad'u). Jiwaku ringkih bagai gabus, yang terlihat kokoh padahal tak bermassa.. Tapi panggilan itu tetap saja menyertai hari-hariku, aku merasa harus menyelaraskan apa yang telah mereka sematkan padaku.. ya, mungkin itu bisa lebih baik jadinya dibanding aku harus menolak dan menggerutu dengan panggilan itu. Menyelaraskan setiap langkah dan asaku dengan panggilan itu.. Semoga aku bisa, ustadzah itu bukan title tapi proses yang harus terus menerus diperjuangkan. Bismillah... Semo...

Jangan Panggil Aku "Ustadzah" (1)

Jangan Panggil Aku "Ustadzah" Entah berapa kali ada saja yang memanggilku ustadzah, sebutan yang mulia ini lekat di diriku ketika aku rutin mengisi kajian keislaman pada beberapa ta'lim dekat rumahku dan pernah menjadi guru bagi anak-anak TK disebuah TK Islam. Ustadzah menurutku seseorang pemberi inspirasi iman, seluruh hidupnya diberikan untuk Islam untuk menegakkan dienullah, Ustadzah itu partner seorang ustadz, pendamping setia kemanapun dimanapun dan penyejuk hati bagi keluarganya, Dimana posisiku? Tak layak disebut "Ustadzah", aku masih compang-camping, mungkin pakaianku layaknya ustadzah tapi iman dan hatiku..? Sering ku terjebak dengan sebutan itu, pernah ku menikmatinya.. dianggap orang mulia, padahal itu semua belum tentu benar. Tidak ada yang tahu tentang dirinya kecuali Allah SWT dan dirinya sendiri, terkadang ujub menyelinap dalam hati, pantaskah disebut "Ustadzah"? Apa yang kusampaikan tak lebih untuk mengingatkan diriku sendiri...

Secercah Cahaya

Kulihat ada secercah cahaya, Setelah ku pergi dalam gelap.... Kutau ada seberkas nuansa, Setelah ku tenggelam dalam fana.... Sadarku telah hilang, Batasnya tak terlihat Hampirku terjatuh, jauh ke jurang Kekuatan untuk kembali, Hanya ada dari hati Dan satu yang kuyakini Kembaliku pada Ilahi Kan menyelamatkanku... disini Di dalam rengkuhan kasih Mu Syukur di titik sesalku Segala Puji Syukur ku Alhamdulillah.............