Cerita Cinta
(bagian 2)
Sambungan cerita
cinta akan semakin menarik untuk disimak, karena akan membahas mengenai rasa
tentu nya tak satu rasa melainkan banyak rasa.. nano-nano, he.. dengan rasa ini
kita akan tahu tanda-tanda nya, tanda-tanda jatuh cinta.
Rasa nya cinta
Apa coba rasanya, hmmm .. memang
cinta ada untuk manusia yang Allah berikan agar manusia bahagia tentu dengan
cinta yang sesuai prioritas nya. Oleh karena itu kita musti tahu tanda-tanda
nya akan dapat mengelola cinta dengan semestinya.
Tanda – tanda cinta pada sesama manusia:
Rasa cinta mempunyai tanda-tanda pada diri seseorang. Berikut ini
beberapa tanda cinta yang akan nampak pada diri seseorang yang sedang jatuh
cinta.
1. Senantiasa menghujamkan pandangan mata kepada orang yang
dicintainya
Mata adalah pintu hati, ia juga merupakan pengungkap isi hati dan
penyibak rahasia-rahasianya. Maka tak heran jika engkau saksikan pandangan
orang yang jatuh cinta tertuju kepada orang yang dicintainya ke manapun ia
pergi.
2. Malu-malu jika orang yang dicintainya memandangnya
Salah satu tanda cinta adalah dirinya malu-malu bila dipandang
oleh orang yang dicintainya. Untuk itu ia hanya bisa memandang ke bawah, ke
permukaan tanah, karena dia merasa sungkan kepada orang yang dicintainya,
karena didorong perasaan malu kepadanya, dan karena adanya keagungan kedudukan
orang yang dicintainya di dalam hatinya.
3. Senantiasa menyebut nama orang yang dicintainya
Di antara tanda-tanda cinta yang menunjukkan seseorang jatuh cinta
kepada orang yang dicintainya adalah dia senantiasa menyebut orang yang
dicintainya, selalu mengingatnya, dan membicarakannya. Barangsiapa yang
mencintai seseorang maka sudah pasti dia banyak mengingatnya di dalam hati dan
menyebut namanya dengan lisannya.
4. Selalu taat terhadap perintah sang kekasih
Salah satu tanda cinta yaitu selalu taat terhadap perintah sang
kekasih, mendahulukan kehendak sang kekasih daripada kehendaknya sendiri. Bahkan,
tanda cinta ini adalah penyatuan kehendak orang yang mencintai dengan orang
yang dicintai.
5. Memperhatikan perkataan orang yang dicintai dan mendengarkannya
dengan sungguh-sungguh
Salah satu tanda cinta adalah senantiasa memperhatikan perkataan
orang yang dicintai dan mendengarkannya. Hatinya senantiasa ada untuk
mendengarkan perkata orang yang dicintai.
6. Mencintai tempat tinggal orang yang dicintai
Salah satu tanda cinta adalah mencintai tempat tinggal orang yang
dicintai, bahkan mencintai tempat yang disenangi oleh orang yang dicintai.
7. Segera menghampiri orang yang dicintainya
Salah satu tanda cinta adalah orang yang jatuh cinta segera
menghampiri orang yang dicintainya, dia akan menempuh seluruh jalan yang bisa
mengantarkannya kepada orang yang dicintainya. Dia terus berusaha agar bisa
berdekatan dengan orang yang dicintainya.
Dirinya selalu berusaha mencari jalan menuju kekasihnya, terus
bersungguh-sungguh untuk bisa bersua dengan kekasihnya, dan menyukai apapun
jalan yang bisa mengantarkannya kepada kekasihnya.
8. Jalan yang dilalui terasa pendek saat mengunjungi orang yang
dicintai
Jalan yang dilalui terasa cepat baginya, seakan-akan jalan itu
terasa dilipat untuknya.
Sebaliknya, jalan yang ditempuh saat kembali dari orang yang dicintai terasa panjang sekali -meskipun sebenarnya jalan itu pendek.
Sebaliknya, jalan yang ditempuh saat kembali dari orang yang dicintai terasa panjang sekali -meskipun sebenarnya jalan itu pendek.
9. Cemburu kepada orang yang cintai
Salah satu tanda cinta adalah perasaan cemburu di dalam hatinya
kepada orang yang dicintainya. Rasa cemburu juga bisa bangkit jika orang yang
dicintainya disakiti, dirampas haknya, dan diganggu urusannya. Ini merupakan
gambaran cemburu yang hakiki dari orang yang sedang jatuh cinta.
10. Rela berkorban untuk mendapatkan keridhaan orang yang dicintai
Salah satu tanda cinta adalah orang yang mencinta rela berkorban
untuk mendapatkan keridhaan orang yang dicintainya, semampu yang bisa dia
lakukan.
Dalam masalah ini, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam Raudhatul
Muhibbin menyebutkan tiga keadaan orang yang jatuh cinta:
- Pada awalnya, pengorbanan yang dilakukan terasa berat dan membebani.
- Jika perasaan cinta semakin kuat, maka pengorbanan akan dilakukan dengan sukarela dan senang hati.
- Jika cinta itu tertanam kuat di dalam hati, maka pengorbanannya sudah menjadi tuntutan dan permintaan yang seakan-akan harus dipenuhi dari orang yang dicintainya. Bahkan, dia rela mengorbankan nyawanya sekalipun, demi membela orang yang dicintainya.
Nah, kita juga akan akan
mbahas tanda-tanda cinta kepada Yang Maha Pemilik cinta, Allah SWT… Sebagaimana
telah kita pahami cinta itu ada prioritas nya.. Seyogya nya pada Allah saja
cinta tertinggi kita, in syaa Allah landasan ini akan membawa kita pada cinta
kepada makhluq dalam mencintai dan dicintai.
Tanda-tanda Cinta kepada Allah SWT :
1. Katsrah Adz-Dzikir (banyak
berdzikir) Hadits : Dari Abu Darda ra berkata
Rasulullah SAW bersabda : “Allah benar-benar akan membangkitkan segolongan
manusia pada hari kiamat, di wajah mereka ada cahaya dan mereka berada di atas
mimbar-mimbar dari mutiara. Mereka itu bukan para nabi dan syuhada tapi manusia
iri kepadanya.” Ada seorang arab yang berdiri di atas lututnya dan bertanya
:”Wahai Rasulullah, beritahukanlah sifat-sifat mereka agar kami mengenal
mereka.” Beliau menjawab: “Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai
karena Allah, berasal dari kabilah yang berbeza, dari negeri yang berbeza,
mereka berkumpul untuk berdzikir kepada Allah”. (Riwayat Ath-Thabrani).
2. Al-I’jaab (kagum)
Biasanya kita mencintai sesuatu karena ada kekaguman, seperti kagum karena
kecantikan, kekayaan dan lain-lain. Dalam hubungan cinta kepada Allah, kita
sentiasa mengagumi kehebatan dan ke-MahaBesar-an Allah SWT. (QS 1:1)
3. Ar-Ridhaa (rela)
Ciri cinta yang lain adalah ketika hati kita rela dengan yang dicintai dan juga
rela berkorban bagi yang dicintainya. Ridha/rela kepada Allah dan Rasul-Nya
adalah ciri cinta kepada Allah dan Rasul. Rela kepada Allah dan Rasul berarti
rela melakukan semua perintah-Nya dengan baik, dilakukan dengan ikhlas dan rasa
suka.( QS 9:62 )
4. At-Tadhhiyah (siap berkorban)
Mencintai Allah dan Rasul-Nya akan melahirkan sikap rela berkorban karena
berkorban adalah konsekuensi dari rasa cinta kepada sesuatu. Cinta kepada
keluarga berarti kita harus siap berkorban wang dan waktu. Apalagi kepada
Allah, berarti kita harus siap berkorban untuk membela syariat-Nya. Dalil : (QS
2:207)
5. Al-Khauf (takut)
Cinta mempunyai ciri adanya rasa takut dalam bentuk harap dan cemas. Takut
kepada yang dicintai bukan kerana kekejaman atau kesadisannya, tapi kerana
adanya harapan dan kecemasan dalam penantian. Takut kepada Allah kerana
mempunyai harapan agar mengabulkan doa kita dan kerananya kita senantiasa
merasa cemas apakah Allah mengabulkan doa kita.(QS 21:90)
6. Ar-Rajaa (mengharap)
Cinta juga diwujudkan dalam bentuk mengharap kepada sesuatu yang dicintainya
tersebut. Harapan kepada Allah melalui doa biasanya dilakukan kerana ada
sesuatu keinginan yang perlu disampaikan kepada yang dicintai yaitu Allah.
Mengharap bertemu dengan Allah di akhirat dan mengharap rahmat Allah adalah
ciri orang yang beriman. (QS. 33 : 21)
7. Ath-Thaa’ah (mentaati)
Mentaati yang dicintai juga adalah bukti cinta kita kepada Allah SWT.
Sebagaimana seorang pemuda yang mencintai seorang gadis, maka apapun yang gadis
itu minta maka ia akan menyanggupi dan mantaatinya, walalupun kadang-kadang
permintaan yang diajukannya tidak masuk akal. Akan tetapi karena rasa cinta
maka sesulit apapun tuntutan yang diminta oleh yang dicintainya tersebut, akan
dengan mudah disanggupi. Demikian pulalah hendaknya dengan pembuktian rasa
cinta kita kepada Allah. Kecintaan kita kepada Allah haruslah membawa kita pada
ketaatan kepada-Nya dengan taat yang mutlak, tanpa syarat dan tanpa penolakan.
Bagaimana cara
mengukur rasa cinta seorang hamba kepada Allah SWT, dibawah ini beberapa indikatornya:
1. Rindu bertemu dengan Allah
“Barangsiapa yang merindukan bertemu
dengan Allah, maka Allah pun merindukan bertemu dengannya.” (H.R. Ahmad,
Tirmudzi, Nasa’i)
2. Merasa nikmat berkhalwat
(munajat/komunikasi dengan Allah)
“Shalat itu menjadi penyejuk hati.”
(H.R. Ahmad, Nasa’i, Hakim)
“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (Q.S. As-Sajdah 16-17)
“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (Q.S. As-Sajdah 16-17)
3. Selalu sabar dalam mengarungi
kehidupan (tangisan-ujian-kefanaan)
“Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (Q.S. An-Nahl 16: 96)
“Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (Q.S. An-Nahl 16: 96)
“Bersabarlah (hai Muhammad) dan
tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu
bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada
terhadap apa yang mereka tipu dayakan. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang
yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.” (Q.S. An-Nahl 16:
127-128)
4. Mengutamakan apa yang dicintai Allah
dari segala sesuatu yang dicintainya
“Katakanlah: “Jika bapak-bapak,
anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang
kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah
tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan
Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah
mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada
orang-orang fasik.” (Q.S. At-Taubah 9: 24)
“Dan di antara manusia ada
orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka
mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang
beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat
dzalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa
kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya
(niscaya mereka menyesal).” (Q.S. Al Baqarah 2: 165)
5. Selalu mengingat-Nya/selalu hadir
dalam setiap aktivitas kita bahwa hanya Allah segala-galanya
“Hai orang-orang yang beriman, apabila
kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama)
Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.”
(Q.S. Al Anfal 8: 45)
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman
itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan
apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka
(karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal, (yaitu) orang-orang yang
mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan
kepada mereka.” (Q.S. Al Anfal 8: 2-3)
6. Mengikuti apa yang dicontohkan
nabi/rasul
“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar)
mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni
dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Ali Imran 3: 31)
7. Semangat untuk membaca ayat-ayat-Nya
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman
itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan
apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka
(karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal.”
(Q.S. Al Anfal 8: 2)
8. Gemar bertaubat/minta ampun karena
takut ditinggalkan
“Dan didekatkanlah surga itu kepada
orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tiada jauh (dari mereka). Inilah
yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali
(kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya). (Yaitu) orang
yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya)
dan dia datang dengan hati yang bertobat, masukilah surga itu dengan aman,
itulah hari kekekalan. Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki;
dan pada sisi Kami ada tambahannya.” (Q.S. Qaaf 50: 31-35)
Semoga kita menjadi hamba yang bisa
mencintai Allah SWT dan menjadikan landasan cinta kita pada apapun jua.
Amiiiiin
Benar juga, cerita tentang cinta ga
ada habis nya.. So, masih ada lanjutan nya.. ^_^
Miyahajara
16102014
Sumber:

Komentar
Posting Komentar