Langsung ke konten utama

Ibuku.. oh,ibu



IBU KU…. OH, IBU


Menjadi seorang ibu rumah tangga merupakan fitrah setiap wanita, cepat atau lambat kesempatan itu pasti akan datang.
Dalam pepatah Arab ada ungkapan berbunyi Al-Ummu madrasah (ibu adalah sekolah). Benar, saudaraku. Seorang ibu merupakan sekolah pertama bagi setiap anak. Ibulah yang pertama kali mengajarkan banyak pelajaran awal tentang kehidupan kepada anak. Apalagi di zaman penuh fitnah seperti sekarang dimana al-ghazwu al-fikri (perang pemikiran/ perang budaya/ perang ideologi) datang menyerbu rumah-rumah kaum muslimin. Serbuan itu datang dari berbagai penjuru. Bisa dari televisi, internet, facebook, buku bacaan, komik, majalah, nyanyian, musik, pergaulan bahkan dari sekolah formal…! Maka kehadiran seorang ibu yang memiliki wawasan pengetahuan luas menjadi laksana penjaga benteng terakhir bagi anak-anaknya. Ibulah yang bertugas membentengi, memfilter dan mengarahkan anak-anak menghadapi berbagai serbuan perang budaya tadi.

           Di masa kita dewasa ini saat dimana faham ateisme, materialisme, sekularisme, liberalisme dan pluralisme begitu dominan mewarnai kehidupan masyarakat dunia, maka kehadiran seorang ibu sendirian mendampingi anak-anaknya kadang dirasa kurang memadai. Sehingga kerjasama antara ayah-mukmin dan ibu-mukminah sangat diperlukan. Dalam dunia modern anak-anak kita sangat perlu pengarahan yang sangat kokoh dan kompak dari kedua orang-tuanya sekaligus untuk meng-counter serangan musuh-musuh Islam yang pengaruh buruknya semakin hari semakin hegemonik.
Kondisi masyarakat yang saat ini menuntut setiap ibu memiliki sebuah modal yang tak cukup hanya mengandalkan fitrah saja, karena dari tangan ibu akan lahir generasi masa depan yang tentu lebih baik dari sang ibu.

            Ibu bisa dikategorikan menjadi 2, yaitu:
1. Ibu by nature, artinya seluruh wanita bisa mengikuti fitrah/ naluri nya menjadi seorang ibu. Melahirkan, menyusui, membesarkan anak.
2. Ibu by design, yaitu ibu yang tidak hanya mengandalkan fitrah nya dalam membesarkan dan mendidik anak-anak nya. Akan tetapi, ibu yang memiliki ilmu mengenai hal tersebut, memiliki rencana teratur dan terarah untuk anak2 nya kelak. Bila bisa, dia sendiri yang mendidik dan membentuk anak nya dengan ilmu2 yang dia miliki.

           Tentu ada perbedaan yang signifikan antara kedua kategori diatas, yang pasti nya akan mempengaruhi proses dan hasil pada anak-anak nya. Secara kasat mata pun akan terlihat bahwa kategori ke-2 lah yang akan menghasilkan anak-anak unggul nantinya.

Bahkan, Allah SWT dan Rasulullah SAW pun sangat memperhatikan tentang ilmu yang wajib dimiliki setiap manusia untuk mengarungi hidup.

إنما بعثت لأتمِّم مكارم الأخلاق

“Sesungguhnya aku diutus, adalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”. (Ahmad)

Sehingga merekapun memiliki keistimewaan dan kreatifitas dalam berbagai medan kehidupan; keilmuan, etika, sosial, tsaqafah, ekonomi, olah raga, seni dan riset, dan karena itu pula dakwah kepada ilmu sangatlah mulia dan tinggi derajatnya. Allah berfirman:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”. (Al-Mujadilah:11)

Rasulullah bersabda:

طلب العلم فريضة على كل مسلم ومسلمة

“Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim dan muslimah”

Bahkan Nabi saw menjadikannya (menuntut ilmu) sebagai jalan mudah menuju surga, seperti dalam riwayat Abu Hurairah ra, dia berkata: Rasulullah saw bersabda:

من سلك طريقًا يلتمس فيه علمًا سهَّل الله له طريقًا إلى الجنة

“Barangsiapa yang melintasi jalan yang di dalamnya untuk mencari ilmu niscaya Allah akan memudahkan baginya jalan(menuju) syurga" (HR. Muslim)

Alangkah penting nya ilmu yang harus kita miliki, apalagi sebagai seorang ibu yang memiliki buah hati. Pasti menginginkan yang terbaik, mulailah kita mencari ilmu untuk mendidik, membentuk dan menemani tumbuh kembang anak2 kita.
Marilah kita menjadi ibu by design tidak hanya karena fitrah, tapi seorang ibu yang terus mencari ilmu tentang anak, perkembangan mereka agar kita dapat menyiapkan mereka untuk hidup di dunia nyatanya kelak.
Tulisan ini tentunya bukan berarti penulis sudah bisa menjadi ibu by design, akan tetapi selalu berproses menuju kesana insya Allah.
Mohon maaf bila ada kata yang tidak berkenan

Referensi:
Diary pribadi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Diri

KISAH DIRI Bismillah..  Dari Abdullah bin Mas’udz, beliau menceritakan bahwa Rasulullah ` tidur di atas tikarnya.  Tikar itu pun membekas di lambung beliau yang mulia.  Para shahabat mengatakan, “Wahai Rasulullah, bagaimana jika kami buatkan kasur untukmu?” Beliau ` pun menjawab:   :مَا لِى وَمَا لِلدُّنْيَا مَا أَنَا فِى الدُّنْيَا إِلاَّ كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا“  "Apa urusanku dengan dunia?! Tidaklah aku di dunia ini kecuali hanyalah seperti musafir yang bernaung di bawah pohon lalu pergi meninggalkannya.” [H.R. At-Tirmidzi].   Wahai diriku,   Hidup yang singkat ini   Pergunakanlah sebaik mungkin   Nikmatilah dengan kesyukuran Rangkailah dengan kebaikan Insafi dengan penyesalan  Wahai diri,  Hidup sekalimu  Harus ditujukan untuk pemilikmu Allah SWT  Kan sia-sia bila hanya untuk dunia   Ingat hidup adalah perjalanan Menuju akhe...

Mengeluh dan Bersyukur

"Ketika Mengeluh Tandanya Kurang Bersyukur" Manusia memiliki sifat berkeluh kesah, apapun yang dijalani pasti ada keluh dibaliknya. Namun... pernahkah kita menyadari bahwa keluh itu membuat kita kurang bersyukur kepada nikmat yang telah diberikan Allah SWT??? Allah telah memberikan rezeki, namun masih saja mengeluh, "Andai uang saya lebih banyak ... hm, pasti menyenangkan bisa beli ini dan itu." Allah sudah memberikan pasangan, "Sebel ih sama Abi... dikit-dikit ngatur, pengennya menang sendiri!" Harusnya kita bersyukur masih Allah berikan pasangan... karena banyak yang mendamba tapi belum datang jua. "Aduhhh, bisa diam gak sih? Mamah udah capek tau!" Teriak pada anaknya yang masih balita, padahal banyak pasangan yang ingin punya keturunan. Harusnya kita lebih baik lagi bersikap pada anak kita. Yang berarti itu bukti syukur kita pada Allah. Masih banyak contoh lain dari keluhan-keluhan yang keluar dari kulit kita tanpa disadari it...

10 Wasiat Imam Hasan Al Banna Rahimahullah (Bag. 2)

🍃🌺Syarah 10 Wasiat Imam Hasan Al Banna Rahimahullah (Bag. 2)🌺🍃 🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾 اتل القران او طالع او استمع او اذكر الله و لا تصرف جزء من وقتك فى غير فائدة Bacalah Al Quran, atau menelaahnya, atau mendengarkannya, atau berdzikirlah kepada Allah, dan jangan buang waktumu sedikit pun dengan hal yang tidak bermanfaat. 🌸🌸🌸🌸🌸 Dalam wasiat ini ada lima nasihat Imam Al Banna kepada murid-muridnya. Kelima nasihat itu adalah: Membaca Al Quran, Menelaahnya, Mendengarkannya, Berdzikir, dan Tidak membuang waktu dengan aktifitas yang sia-sia. Kita bahas satu persatu .. 1⃣ Membaca Al Quran Bagi seorang muslim membaca Al Quran adalah terminal ruhiyah dan jiwa. Hiburan hakiki bagi orang beriman dan senandung para mujahid. Kebutuhan-kebutuhan spiritual manusia baik ketenangan, ketentraman, ketundukan, ikhlas, pasrah kepada ketetapanNya, semua bisa diraih dengan membaca Al Quran, serta merenungi kandungannya. Seandainya hanya membaca, itu pun sudah membawa manfaat bagi jiwany...