Pentingnya
Pendidikan Karakter
Pada
Anak Usia Dini
Saya adalah guru PAUD sejak tahun 2009, dalam mengajar menggunakan kurikulum
karakter karena saya belajar tentang per Paud-TK an ini dari sebuah PGTK
karakter. Padahal saya seorang lulusan analis kesehatan, tapi setelah mempunyai
buah hati jadi konsen di pendidikan anak dan resign dari tempat kerjaku dulu...
Karena saya sadar akan pentingnya pendidikan anak usia dini yang terbaik yaitu
dari ibu nya sendiri, jadi sekalian buka PAUD untuk teman-teman anakku. Sambil
mendayung dua sampai tiga pulau terlampaui, begitulah kisah saya.
Kini
saya akan sedikit menulis sembari mengutip sana – sini untuk saya bagikan pada
orang tua murid pada kelas parenting dan untuk semua orang tua dimanapun..
Bismillahirrahmanirrahiim
Pada usia dini 0-6 tahun, otak berkembang sangat cepat
hingga 80 persen. Pada usia tersebut otak menerima dan menyerap berbagai macam
informasi, tidak melihat baik atau buruk. Itulah masa-masa yang dimana
perkembangan fisik, mental maupun spiritual anak akan mulai terbentuk. Karena
itu, masa tersebut dinamakan masa-masa emas anak (golden age)
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang ahli Perkembangan dan Perilaku Anak dari
Amerika bernama Brazelton menyebutkan bahwa pengalaman anak pada bulan dan
tahun pertama kehidupannya sangat menentukan apakah anak ini akan mampu
menghadapi tantangan dalam kehidupannya dan apakah ia akan menunjukkan semangat tinggi untuk belajar dan berhasil
dalam pekerjaannya.
Nah, oleh karena
itu, kita sebagai orang tua hendaknya
memanfaatkan masa emas anak untuk memberikan pendidikan karakter yang baik bagi anak. Sehingga anak bisa meraih keberhasilan dan kesuksesan
dalam kehidupannya di masa mendatang. Kita sebagai ortu kadang tidak
sadar, sikap kita pada anak justru akan
menjatuhkan si anak. Misalnya, dengan memukul, memberikan pressure yang
pada akhirnya menjadikan anak bersikap negatif, rendah diri atau minder,
penakut dan tidak berani mengambil resiko.
Banyak yang mengatakan keberhasilan kita ditentukan oleh seberapa jenius otak kita. Semakin
kita jenius maka semakin sukses. Semakin kita meraih predikat juara kelas
berturut-turut, maka semakin sukseslah kita. Benarkah demikian? Eits, tunggu dulu!
Saya sendiri kurang setuju dengan anggapan tersebut. Fakta membuktikan, banyak orang sukses
justru tidak mendapatkan prestasi gemilang di sekolahnya, mereka tidak
mendapatkan juara kelas atau menduduki posisi teratas di sekolahnya. Mengapa
demikian? Karena sebenarnya kesuksesan
tidak hanya ditemtukan oleh kecerdasan otak kita saja. Namun kesuksesan
ternyata lebih dominan ditentukan oleh kecakapan membangun hubungan emosional
kita dengan diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Selain itu,
yang tidak boleh ditinggalkan adalah hubungan spiritual kita dengan Tuhan Yang Maha Esa.
Tahapan
Membangun Karakter Anak:
1.
Tumbuhkan pemahaman
positif pada diri anak sejak usia dini,
Salah satunya dengan
cara memberikan kepercayaan pada anak untuk mengambil
keputusan untuk dirinya sendiri, membantu anak mengarahkan potensinya dengan
begitu mereka lebih mampu untuk bereksplorasi dengan sendirinya, tidak
menekannya baik secara langsung atau secara halus, dan seterusnya.
2. Biasakan anak bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Ingat pilihan terhadap lingkungan sangat
menentukan pembentukan karakter anak. Seperti kata pepatah bergaul dengan penjual minyak wangi akan ikut
wangi, bergaul dengan penjual ikan akan ikut amis. Seperti itulah, lingkungan baik dan sehat
akan menumbuhkan karakter sehat dan baik, begitu pula sebaliknya.
3. Membangun
hubungan spiritual dengan Tuhan Yang Maha Esa. Hubungan spiritual dengan Tuhan YME terbangun
melalui pelaksanaan dan penghayatan ibadah ritual yang terimplementasi pada
kehidupan sosial.
Nah, sekarang kita memahami mengapa membangun pendidikan karakter anak sejak usia dini itu penting. Usia dini adalah usia emas, maka
manfaatkan usia emas itu sebaik-baiknya
Komentar
Posting Komentar